Langkah awal dalam mengatasi masalah ialah dengan mengetahui akar permasalahan yang sedang dihadapi, karena dengan mengetahui akar permasalahan akan mempermudah kita untuk mengambil keputusan dan membuat perencanaan agar masalah tersebut dapat teratasi. Itulah teori sederhana dalam menghadapi masalah.
Namun sepertinya teori itu tidak berlaku bagi PBSI sebagai induk organisasi olah raga tepok bulu di negeri ini. karena sejak berakhirnya era Susi Susanti dan Alan Budi Kusuma. Kita seakan tidak memiliki Figur lagi di bidang ini. padahal selama ini kita terkenal rajin memproduksi atlet-atlet yang membuat nama bangsa ini di pandang dua mata oleh dunia. Mungkin sekarang dari sekian banyak atlit bulu tangkis hanya Taufik Hidayat yang memiliki karakter dan masih dirindukan penampilannya oleh para penikmat bulu tangkis, sisanya hanya sekumpulan manusia biasa yang hobi bermain bulutangkis.
Berbagai diskusi pun digelar, dengan melibatkan sesepuh di bidang yang memang sudah menjadi garda terdepan olah raga kita. Ternyata akar permasalahannya adalah kurangnya sarana dan prasarana dalam bidang pembinaan pemain muda. sehingga regenerasi tidak berjalan mulus bahkan jalan ditempat dan cenderung mundur. Cina tak terjangkau lagi, Malaysia sudah mulai menjadi momok buat kita, Thailand pun mempunyai rencana juangka panjang yang meyakinkan. Bisa dilihat dari kejuaraan All England yang baru saja digelar. Bahkan kita hanya punya satu wakil saat tampil di final.
Bandingkan dengan kita yang masih kesulitan mengatasi masalah yang sudah berkarat ini. berbagai upaya dilakukan namun semuanya masih jauh dari harapan. Ironisnya saat kita berusaha untuk mengatasi masalah, justru bibit-bibit unggul yang memiliki potensi mulai dilirik dan dicuri. Bahkan banyak pelatih kita lebih memilih untuk menjadi guru di negeri orang. Bukankah itu sebuah kemunduran yang nyata.
Tetapi saya masih berharap Indonesia mampu unjuk gigi di ajang Piala Thomas yang akan digelar tahun ini. buktikan kalau kita masih punya harga diri di ajang ini.
