Forum Peduli Bangsa

Kumpulan tulisan tentang kegelisahan hati

  • April 2008
    S S R K J S M
    « Mar   Mei »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
  • Blog Stats

    • 1.257 hits
  • Adsense

  • Iklan

Anak Indonesia : Menjadi Dewasa Sebelum Waktunya

Posted by pu2ng pada April 17, 2008

Anak Indonesia :

Menjadi Dewasa Sebelum Waktunya

Kasihan, ironis, ah rasannya kata-kata itu tidak cukup untuk menggambarkan nasib anak-anak di negeri tercinta saat ini. Saya terpaksa menggunakan kata itu karena tidak menemukan kosakata yang bermakna lebih dari itu. Anak-anak di negeri ini seperti dipaksa untuk menjadi dewasa sebelum waktunya. Mereka seakan tak mempunyai waktu untuk menjadi selayaknya anak-anak.

Televisi layak menjadi tersangka atas perubahan moral dan pola pikir anak-anak jaman sekarang, televise telah “berhasil” menggantikan peran seorang Ibu bagi anak-anak. Minimnya acara-acara yang mendidik menjadi salah satu factor utama atas fenomena ini. Bahkan ironisnya para produser mulai menggarap acara semacam sinetron yang target penontonnya anak-anak. Namun dengan isi yang menurut saya malah mengajak mereka untuk melihat dan memahami dunia orang-orang dewasa. Tema-tema cinta mulai disisipkan didalamnya. Ditambah kurang kreatifnya para pekerja di bidang music untuk menciptakan lagu anak semakin memperparah kondisi ini. Bahkan anak umur lima tahunpun sudah hafal lagu band-band dewasa semacam Peter Pan, Ungu dan masih banyak lagi yang umumnya menyanyikan lagu bertemakan cinta.

Saya masih ingat saat saya kecil bahkan sampai umur 10 tahunpun saya masih beruntung karena masih disuguhi lagu dan acara yang khusus dikonsumsi untuk anak.

Lebih parah lagi makin menjamurnya acara-acara yang menjual mimpi, membuat perubahan pola pikir di dalam diri mereka, sebagai bukti, coba tanyakan kepada anak, atau adik anda yang masih layak disebut anak-anak tentang cita-cita mereka, saya yakin sebagian besar mereka menjawab ingin menjadi model, artis senetron, penyanyi, dan profesi yang berbau selebritis. Tak ada lagi dokter, insinyur, atau profesi-profesi sejenis dalam pikiran mereka. Bahkan orang tua merekapun mendorong dan terkesan memaksakan anaknya untuk menjadi selebritis, tidak salah memang, namun jika materi dan ketenaran yang menjadi alasan utama, itu sudah melenceng dari tujuan pembangunan bangsa ini. Terkenal, banyak uang, dan bisa pergi kemanapun itu menjadi alasan para orang tua membentuk anak-anak mereka agar dewasa sebelum waktunya menggantikan posisi mereka sebagai tulang punggung keluarga.

Saya berharap dan sekali lagi hanya bisa berharap kelak para pelaku seni, produser serta pemilik televisi, bekerja sama dengan pemerintah membuat acara-acara yang mendidik dan layak ditonton anak-anak.

Kunjungi Blog ku di https://pu2ng.wordpress.com/wp-admin/post-new.php

Iklan

Satu Tanggapan to “Anak Indonesia : Menjadi Dewasa Sebelum Waktunya”

  1. salwangga said

    boleh juga argumentnya, membuka wawasan lama menelorkan perenungan baru. ada tiga komponen dalam rangkaian hidup dan kehidupan yang selayaknya ditekuni.

    religi, logika, emosi.
    tiga rangkaian tersebut boleh dikata tiga serangkai saling terkait. tidak ada yang paling kuat tetapi sama – sama mendasar.

    religi harus terus dikaji untuk semakin mendekatkan diri terhadap keseragaman, seiring serasi antara pencipta dan penciptaanya. dalam kondisi pertama ini semakin sering muhasabah ( meditasi ) semakin bagus untuk menguatkan kadar ketuhanan.

    logika lebih banyak mempergunakan otak kiri, komponen² logis, analisa masalah, matematis. belajar. itu intinya. mengasah cara berpikir dan membentuk pola pikir yang benar.

    emosi banyak yang bilang berakar pada penggunaan otak kanan secara optimal. bila landasan vertikal cukup mendasar, tauhid tidak tercemari kemudian dibarengi dengan penalaran dan akal sehat mumpuni, terakhir dikolaborasikan dengan kemampuan imaginasi, sangat mungkin untuk terhindar dari segala masalah dan tekanan lingkungan. termasuk televisi.

    dewasa sebelum waktunya merupakan ketimpangan pada ketiga unsur tiga serangkai diatas. religi ? setiap insan pasti mengaku bertuhan. kadarnya ? kemudian logika. banyak yang merasakan kepintaran diatas rata². cerdas ? tentu saja. pikiran jalan koq. tapi apakah sudah mampu menghasilkan pikiran waras berdasar akal sehat ? begitu pula dengan emosi. banyak diantara manusia hanya mengandalkan emosi negative.

    ketimpangan itulah yang menjadikan “dewasa sebelum waktunya”.

    tidak usah menuntut televisi. runyam. susah. bahkan mustahil.

    mulai dari diri, koreksi diri. benahi kondisi dari dalam diri. cari jodoh sesuai aturan ilahi. baru kemudian ciptakan generasi. niscaya inilah langkah nyata membentengi “manusia”.

    salam,
    salwangga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: