Forum Peduli Bangsa

Kumpulan tulisan tentang kegelisahan hati

Makanlah secukupnya dan habiskan makananmu.

Posted by pu2ng pada Mei 30, 2008

Saat menghadiri pesta pernikahan seorang kawan, terlihat sebuah fenomena yang membuat miris hati saya. Tampak di kolong-kolong kursi piring-piring menumpuk dan masih menyisakan makanan yang mungkin jika dikumpulkan dapat mengenyangkan 10 – 20 anak yatim. Sebagian besar tamu yang dating hanya memuaskan nafsu mereka tanpa memikirkan volume lambung yang memang terbatas, mereka mengambil makanan yang memang sangat menggiurkan untuk mencoba seluruhnya. Namun karena volume lambung sudah melebihi batas mereka memilih untuk menyisakan makanan dan membunagnya. Pemandangan serupa terlihat dikantor saya sendiri, saat makan siang, tak sedikit rekan-rekan kantor yang memilih untuk membuang makanan yang tersisa dari pada menghabiskannya.”sudah kenyang” jawab mereka enteng saat saya Tanya alasan kenapa tidak dihabiskan. Bila kejadian ini berlangsung sekali mungkin kita semua dapat memakluminya. Namun kejadian itu terjadi hampir setiap waktu makan siang. Fenomena ini sangat meresahkan hati saya. Disaat krisis pangan mengancam dunia, di saat begitu banyak anak-anak mengalami kekurangan gizi kita malah menyia-nyiakan rizki yang telah diberikan Tuhan. Mungkin judul tulisan diatas terdengar sederhana, namun sulit untuk kita praktekkan. Masih ingatkah kita akan pesan Rasulullah SAW. Setidaknya ada beberapa pesan dari baliau tentang makanan yang masih saya ingat. “makanlah selagi lapar dan berhentilah sebelum kenyang”,  makanan satu orang bisa untuk dua orang, makanan dua orang bisa untuk empat orang dan seterusnya” “itu sama saja artinya beliau menyuruh kita untuk makan secukupnya, beliua juga menyuruh kita untuk berbagi. Lewat pesan tersebut secara tidak langsung kita di suruh untuk menghargai pemberian Allah SWT. Bayangkan jika kita memberikan sesuatu kepada orang lain, lalu kita melihat dengan mata kepala sendiri orang itu membuang apa yang kita berikan. Saya yakin kita akan marah dan akan berfikir untuk tidak memberikan sesuatu padanya lagi. Mungkin saat ini Allah masih sabar dengan tingkah laku kita. Mungkin juga Allah masih memberikan kesempatan pada kita. Bayangkan jika suatu saat nanti Allah mencabut nikmat yang diberikan kepada kita hanya karena kita sering membuang apa yang telah diberikannya. Mulai hari ini ayo kita gerakan makan secukupnya, dan berbagilah saat kita memiliki kelebihan rizki.

Posted in Sosial | Leave a Comment »

BLT bukan solusi

Posted by pu2ng pada Mei 28, 2008

“Lebih baik member kailnya daripada member ikannya”, rasanya pepatah itu tidak berlaku bagi pemerintah Negara ini yang memutuskan untuk memberi BLT (Bantuan Langsung Tunai) kepada warganya yang kurang mampu. Sepintas memang keputusan ini sangat menguntungkan bagi warga, karena dapat sedikit meringankan beban hidup yang kian hari kian bertambah berat. Namun jika kita renungkan lebih jauh, pemberian uang tunai secara langsung dapat merusak moral bangsa ini yang memang dari dulunya kurang baik (jika tidak mau dibilang buruk),
Sebelum kita membicarakan efek jangka panjang, mungkin lebih baik kita berbicara tentang efek langsung buat masyarakat dan petugas-petugas yang terkait. Yang jadi pertanyaan ialah apakah sasaran warga yang layak untuk menerima bantuan sudah tepat. Yang saya tahu sebelumnya banyak warga yang bersemangat bahkan rela menurunkan drajat mereka agar di beri label tidak mampu  dengan tujuan mendapatkan bantuan tunai yang menggiurkan tersebut. Atau mungkin saja ini akan menjadi ladang sampingan buat para petugas untuk memenuhi kantong pribadi mereka.
Dan yang menjadi kegelisahan saya ialah, dengan adanya BLT tersebut semakin menyurutkan mental dan jiwa masyarakat kita yang pada dasarnya suka jika diberi bantuan. Hilangnya semangat juang untuk mengarungi sagala kesulitan hidup, apalagi jika yang menerima ialah anak-anak muda yang seharusnya berusaha dan berjuang untuk bertanggung jawab atas kehidupan mereka sendiri.
Maaf, bukannya saya tidak setuju dengan adanya BLT, namun akan lebih baik jika dana tersebut kita gunakan untuk mengadakan pelatihan-pelatihan kewirausahaan, dan ditindak lanjuti dengan pemberian modal bagi masyarakat agar mereka bisa berusaha dan bangkit dari kemiskinan. Selain itu kita adakan seminar-seminar motivasi buat masyarakat secara berkala. Dengan tujuan menjaga semangat agar tidak mudah putus asa. Karena selama ini seminar-seminar tersebut hanya ditujukan kepada masyarakat kelas atas yang untuk mengikutinya saja harus mengeluarkan mahar yang sangat besar.
Memang ide saya itu terdengar sulit, namun dengan niat yang tulus ingin merubah mental bangsa dan mewujudkan misi kebangkitan nasional, saya yakin 10-20 tahun kedepan akan banyak lahir pengusaha-pengusaha baru yang dapat mengurangi angka pengangguran di Negara ini.

Posted in Sosial | Leave a Comment »

Anak Indonesia : Menjadi Dewasa Sebelum Waktunya

Posted by pu2ng pada April 17, 2008

Anak Indonesia :

Menjadi Dewasa Sebelum Waktunya

Kasihan, ironis, ah rasannya kata-kata itu tidak cukup untuk menggambarkan nasib anak-anak di negeri tercinta saat ini. Saya terpaksa menggunakan kata itu karena tidak menemukan kosakata yang bermakna lebih dari itu. Anak-anak di negeri ini seperti dipaksa untuk menjadi dewasa sebelum waktunya. Mereka seakan tak mempunyai waktu untuk menjadi selayaknya anak-anak.

Televisi layak menjadi tersangka atas perubahan moral dan pola pikir anak-anak jaman sekarang, televise telah “berhasil” menggantikan peran seorang Ibu bagi anak-anak. Minimnya acara-acara yang mendidik menjadi salah satu factor utama atas fenomena ini. Bahkan ironisnya para produser mulai menggarap acara semacam sinetron yang target penontonnya anak-anak. Namun dengan isi yang menurut saya malah mengajak mereka untuk melihat dan memahami dunia orang-orang dewasa. Tema-tema cinta mulai disisipkan didalamnya. Ditambah kurang kreatifnya para pekerja di bidang music untuk menciptakan lagu anak semakin memperparah kondisi ini. Bahkan anak umur lima tahunpun sudah hafal lagu band-band dewasa semacam Peter Pan, Ungu dan masih banyak lagi yang umumnya menyanyikan lagu bertemakan cinta.

Saya masih ingat saat saya kecil bahkan sampai umur 10 tahunpun saya masih beruntung karena masih disuguhi lagu dan acara yang khusus dikonsumsi untuk anak.

Lebih parah lagi makin menjamurnya acara-acara yang menjual mimpi, membuat perubahan pola pikir di dalam diri mereka, sebagai bukti, coba tanyakan kepada anak, atau adik anda yang masih layak disebut anak-anak tentang cita-cita mereka, saya yakin sebagian besar mereka menjawab ingin menjadi model, artis senetron, penyanyi, dan profesi yang berbau selebritis. Tak ada lagi dokter, insinyur, atau profesi-profesi sejenis dalam pikiran mereka. Bahkan orang tua merekapun mendorong dan terkesan memaksakan anaknya untuk menjadi selebritis, tidak salah memang, namun jika materi dan ketenaran yang menjadi alasan utama, itu sudah melenceng dari tujuan pembangunan bangsa ini. Terkenal, banyak uang, dan bisa pergi kemanapun itu menjadi alasan para orang tua membentuk anak-anak mereka agar dewasa sebelum waktunya menggantikan posisi mereka sebagai tulang punggung keluarga.

Saya berharap dan sekali lagi hanya bisa berharap kelak para pelaku seni, produser serta pemilik televisi, bekerja sama dengan pemerintah membuat acara-acara yang mendidik dan layak ditonton anak-anak.

Kunjungi Blog ku di https://pu2ng.wordpress.com/wp-admin/post-new.php

Posted in Uncategorized | 1 Comment »

Kecewa Bulu Tangkis

Posted by pu2ng pada Maret 15, 2008

olahraga.jpg

Langkah awal dalam mengatasi masalah ialah dengan mengetahui akar permasalahan yang sedang dihadapi, karena dengan mengetahui akar permasalahan akan mempermudah kita untuk mengambil keputusan dan membuat perencanaan agar masalah tersebut dapat teratasi. Itulah teori sederhana dalam menghadapi masalah.

Namun sepertinya teori itu tidak berlaku bagi PBSI sebagai induk organisasi olah raga tepok bulu di negeri ini. karena sejak berakhirnya era Susi Susanti dan Alan Budi Kusuma. Kita seakan tidak memiliki Figur lagi di bidang ini. padahal selama ini kita terkenal rajin memproduksi atlet-atlet yang membuat nama bangsa ini di pandang dua mata oleh dunia. Mungkin sekarang dari sekian banyak atlit bulu tangkis hanya Taufik Hidayat yang memiliki karakter dan masih dirindukan penampilannya oleh para penikmat bulu tangkis, sisanya hanya sekumpulan manusia biasa yang hobi bermain bulutangkis.

Berbagai diskusi pun digelar, dengan melibatkan sesepuh di bidang yang memang sudah menjadi garda terdepan olah raga kita. Ternyata akar permasalahannya adalah kurangnya sarana dan prasarana dalam bidang pembinaan  pemain muda. sehingga regenerasi tidak berjalan mulus bahkan jalan ditempat dan cenderung mundur. Cina tak terjangkau lagi, Malaysia sudah mulai menjadi momok buat kita, Thailand pun mempunyai rencana juangka panjang yang meyakinkan. Bisa dilihat dari kejuaraan All England yang baru saja digelar. Bahkan kita hanya punya satu wakil saat tampil di final.

Bandingkan dengan kita yang masih kesulitan mengatasi masalah yang sudah berkarat ini. berbagai upaya dilakukan namun semuanya masih jauh dari harapan. Ironisnya saat kita berusaha untuk mengatasi masalah, justru bibit-bibit unggul yang memiliki potensi mulai dilirik dan dicuri. Bahkan banyak pelatih kita lebih memilih untuk menjadi guru di negeri orang. Bukankah itu sebuah kemunduran yang nyata. 

Tetapi saya masih berharap Indonesia mampu unjuk gigi di ajang Piala Thomas yang akan digelar tahun ini. buktikan kalau kita masih punya harga diri di ajang ini.

Posted in Olah Raga | Leave a Comment »

PSSI Sebuah Dagelan Tanpa Panggung

Posted by pu2ng pada Maret 4, 2008

Belakangan ini kita sebagai pecinta olah raga khususnya sepak bola sering disuguhi kelucuan-kelucuan yang dilakukan oleh sebuah organisasi tertinggi sepak bola di negri ini.

mulai dari pemimpinnya yang tak mau menyerahkan kursi kepemimpinnya walaupun FIFA telah mengecam tindakannya, sampai dengan di gelarnya Liga Super yang terkesan dipaksakan.

Posted in Olah Raga | Leave a Comment »

Alhamdulillah

Posted by pu2ng pada Maret 3, 2008

Mulai hari sabtu tepatnya tanggal 2 Maret 2008 IKAPI DKI Jakarta kembali menggelar ajang pameran buku-buku islam yang ke-7. Yang katanya sebagai pameran buku paling besar di Indonesia, mengalahkan gelaran-gelaran sejenis. Ini dibuktikan dengan makin membludaknya pengunjung setiap tahun.

Melihat kenyataan tersebut saya sebagai warga negara Indonesia khususnya beragama muslim sangat bersyukur, karena masyarakat Indonesia mulai sadar akan pentingnya agama bagi kehidupan ini. fenomena ini pun merambah ke dunia film. Ditengah film-film nasional yang masih mengangkat tema-tema mistik dan dunia perhantuan yang menurut saya jauh dari unsur mendidik. Muncul film Ayat-ayat Cinta yang bercerita tentang pentingnya memegang teguh ajaran agama dalam mengarungi lautan kehidupan ini dengan dibumbui dengan kehidupan percintaan tokohnya, membuat seluruh bioskop di negri ini sibuk, karena banyaknya penikmat-penikmat film yang kebanyakan didominasi kaum muda, penasaran bahkan sampai rela antri berjam-jam hanya untuk menonton film yang diangkat dari novel yang berjudul sama karangan penulis Fenomenal Habbiburrahman El Shirazi yang biasa disapa Kang Abik.

Fenomena kesadaran beragama pun bisa dilihat dari pengajian-pengajian yang diadakan oleh berbagai kalangan yang sebagian besar pengunjungnya ialah anak muda. yang diharapkan kelak menjadi professional-profesional yang tumbuh dengan didasari oleh keyakinan agama. Karena tanpa adanya pemahaman tentang agama kita akan menjadi manusia yang hidup tanpa tujuan.

Sekarang kita bisa kembali berharap 5 atau 10 tahun kedepan akan terlahir pemimpin-pemimpin bangsa tidak hanya pandai secara intelektual tetapi juga pandai secara spiritual.

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Hello world!

Posted by pu2ng pada Februari 27, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted in Uncategorized | 2 Comments »